Distributed Database (DDB)

Nama      : Ludvina Nessa

NIM        : 0914463294

 

Distributed Database (DDB)

Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa  komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line.     

Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau  beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu  sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan. 

Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu  transaksi yang  mengakses data  pada site  yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi  yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda.

Ada 2 aspek penting dari DDB :

1. Distribusi : data tidak disimpan pada tempat (prosesor) yang sama, sehingga DDB dapat dibedakan dari database tunggal, sentralisasi

2. Korelasi logika : data memiliki property yang berhubungan sehingga DDB dapat dibedakan dari sekumpulan database  local atau file yang disimpan pada tempat yang berbeda pada jaringan computer.

 

Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan  sebagai sebuah graph yang simpulsimpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah  edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site. Beberapa konfigurasi (bentuk) digambarkan sebagai berikut:

 

 

Fully Connected network :

Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi    biaya mahal).

Kerugian : control management tidak terjamin

Partially connected network :

Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan

Kerugian  : control management tidak terjamin

Tree structure network :

Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin

Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak.

Cat : setiap proses dimulai dari bawah.

Ring Network (LAN) :

Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan

Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi

Star Network (LAN) :

Keuntungan : – control management lebih terjamin, karena bersifat sentral

                        – reliability rendah

Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak.

Sistem Manajemen Database Terdistribusi (Distributed DBMS) merupakan sistem software yang dapat memelihara DDBS dan transparan ke user.

DDBS bukan merupakan kumpulan dari file yang dapat disimpan tersendiri di setiap node dari jaringan komputer. Untuk membentuk DDBS, file tidak seharusnya berelasi secara logika saja, tetapi perlu ada struktur di antara file dan akses data bukan merupakan hal yang khusus.

Keuntungan dari DDBS:

‰  Otonomi local : karena data didistribusikan, user dapat mengakses dan bekerja dengan data tersebut sehingga memiliki kontrol local.

‰  Meningkatkan kinerja : karena setiap site menangani hanya bagian dari DB, CPU dan I/ O tidak seberat seperti DB pusat. Data yang dipakai untuk transaksi disimpan dalam beberapa site, sehingga eksekusi transaksi dapat secara parallel.

‰  Meningkatkan reliability/ availability :  jika satu site mengalami crash, dapat membuat beberapa site tidak dapat diakses. Jika data direplikasi ke banyak site, kerusakan hubungan komunikasi tidak menjadikan sistem total tidak dapat dioperasikan.  

‰  Ekonomis : dari biaya komunikasi,  baik membagi aplikasi dan memproses secara local di setiap site. Dari biaya komunikasi data, akan lebih murah untuk memelihara sistem komputer dalam satu site dan menyimpan data secara local. 

‰  Expandibility : akan lebih mudah mengakomodasikan ukuran DB yang semakin besar. Ekspansi dapat dilakukan  dengan menambah proses dan kekuatan penyimpanan ke jaringan.

‰  Shareability : jika sistem informasi tidak terdistribusi, akan sulit untuk berbagi data dan sumber daya. Sistem DB terdistribusi memungkinkan hal ini.

Kerugian dari DDBS:

‰  Kurangnya pengalaman : sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose) tidak sering digunakan. Yang digunakan adalah sistem prototype yang dibuat untuk satu aplikasi (misal : reservasi pesawat)

‰  Kompleksitas : masalah DDBS  lebih kompleks dibandingkan dengan manajemen database terpusat

‰  Biaya : sistem terdistribusi membutuhkan tambahan hardware (untuk mekanisme komunikasi) sehingga biaya hardware meningkat. Yang terpenting pada biaya ini adalah replikasi.  Jika fasilitas komputer dibuat di banyak site, akan memerlukan orang2 yang memelihara fasilitas tersebut

‰  Kontrol distribusi : sebelumnya  menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi menyebabkan masalah sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi menjadi kerugian atau kekurangan di masalah ini.

‰  Keamanan : akan mudah mengontrol database  yang terpusat. Dalam sistem database terdistribusi, jaringan membutuhkan keamanan tersendiri. 

‰  Perubahan yang sulit : tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user mengubah database terpusat ke database terdistribusi.

PERANCANGAN DATABASE TERDISTRIBUSI

Alokasi data 

Ada beberapa alternatif dasar untuk menyimpan atau menempatkan data : partisi dan replikasi. Dalam skema partisi, database dibagi ke dalam sejumlah partisi yang disjoin yang masing2 ditempatkan di site yang berbeda. Perancangan replikasi dibedakan atas fully replication atau fully duplicated dimana seluruh database ditempatkan di masing2 site, atau partially replicated yaitu masing-masing partisi dari database disimpan di lebih dari satu site tetapi tidak di semua site.

Ada 2 perancangan dasar yaitu fragmentasi, pemisahan database ke dalam partisi2, disebut fragment, dan distribusi.

Fragmentasi

Relasi dibagi ke dalam beberapa fragment, masing2 disimpan di site yang berbeda. Ada 2 strategi, yaitu fragmentasi horizontal dan vertikal.

Fragmentasi horizontal

Fragmentasi berdasarkan tupel. Setiap fragment memilki subset dari tupel relasi.  

Relasi r dibagi ke dalam sejumlah subset r1, r2,.., rn, masing2 berisi dari sejumlah tupel relasi r.  Masing2 tupel relasi  r harus merupakan satu dari fragment2 tersebut sehingga relasi awalnya dapat dibentuk kembali. Suatu fragmen didefinisikan sebagai seleksi pada relasi global r. Sebuah predikat Pi digunakan untuk menyusun fragmen ri:

ri = σ Pi (r)

Pembentukan kembali dilakukan dengan menggabungkan seluruh fragment :

R = nU   ri

i=1

Fragmentasi vertikal

Fragmentasi vertikal dari r(R) melibatkan beberapa subset R1, R2, …, Rn dari R sedemikian sehingga 

 

 

        n

U   Ri = R

      i=1

Setiap fragment ri dari r didefinisikan sebagai :

Ri = Π Ri (r)

Pembentukan kembali dengan menggunakan join natural : r = r1|x| r2 |x|…|x| rn

Fragmentasi vertikal dibuat dengan menambahkan atribut khusus yaitu tuple-id,

yang merupakan alamat fisik atau logika untuk tupel dan  menjadi kunci pada

skema. Tetapi tuple-id tidak diperlihatkan ke user.

 

 

 

Fragmentasi campuran

Terdiri dari :

  1. Mengaplikasikan fragmentasi horizontal terhadap fragment vertical

 

  1. Mengaplikasikan fragmentasi vertikal terhadap fragment horizontal

 

Relasi r dibagi ke dalam 3 fragment deposit3a , deposit3b  dan deposit4. Masing2

disimpan di site yang berbeda.

By ludvina2309

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s